Menghadapi Cobaan Dengan Senyuman

 

 

Ketika Tuhan akan memberikan hadiah kepada manusia, Ia akan membungkusnya dengan sebuah masalah. Semakin besar dan semakin tebal pembungkusnya maka semakin mahal dan semakin tinggi nilai hadiah di dalamnya.

Apakah yang kita rasakan ketika mendengar kata kegagalan dan cobaan? Pasti ada perasaan tidak enak atau kalau bisa jangan sampai kegagalan atau cobaan itu datang kepada diri kita sebab masing-masing dari kita pasti pernah yang mengalami yang namanya kegagalan dan cobaan dalam hidup.
Kegagalan itu dapat berupa karir yang tidak menanjak, mengalami kebangkrutan dalam bisnis yang telah dibangun selama bertahun-tahun. Diputuskan atau ditinggalkan oleh orang yang sangat kita kasihi, atau mungkin cobaan yang lebih ekstrim seperti bencana alam yang sering terjadi akhir-akhir ini yang menghancurkan dan meluluhlantakan semua yang kita miliki bahkan mengambil orang-orang yang terdekat di sekitar kita. Hal tersebut tidak sedikit yang membuat kita stress, menderita dan putus asa. Yang lebih ekstrim lagi adalah menjadi pasien di rumah sakit jiwa bahkan ada yang nekad bunuh diri karena merasa habis sudah harapan dan cita-citannya.

Beberapa orang akan menganggap masalah atau cobaan adalah sebuah penghambat, artinya ketika ia menemui kedua hal tersebut maka ia akan langsung berhenti dan tidak mau melanjutkan usahanya lagi. Dengan kata lain ia mulai berputus asa. Ada juga yang ketika mendapati kegagalan dan cobaan hidup mereka hanya berkeluh kesah dan bahkan tidak sedikit juga dari mereka yang mengutuk Tuhan dan takdir mereka. Mereka menyebut Tuhan tidak adil tanpa pernah mau mengambil hikmah dan pelajaran atas kegagalan dan cobaan yang mereka hadapi.

Tapi tidak sedikit juga dari orang-orang yang ketika mereka mendapatkan kegagalan dan musibah mereka masih bisa tetap bersyukur dan bahkan mereka mengganggap bahwa dengan adanya kegagalan dan cobaan hidup inilah mereka semakin terpacu dan tertantang untuk terus maju ke depan sambil mengevaluasi kesalahan di masa lalu dan memperbaikinya di masa yang akan datang. Mereka inilah cikal bakal orang-orang sukses yang mengubah wajah dunia dan menuliskan kisah hidup mereka dengan tinta emasnya.

Dalam lubuk sanubari yang paling dalam, mereka berkeyakinan bahwa ”setiap ujian adalah sarana untuk naik tingkatan” dan jika mereka bisa lulus ujian tersebut maka mereka akan mendapatkan derajat atau posisi yang lebih tinggi dari sebelumnya.

“Segala sesuatu adalah netral sampai kita memberikan arti pada hal tersebut”. Artinya apa yang terjadi pada kita adalah atas pilihan kita dalam memaknai setiap kejadian dan peristiwa yang menimpa kita. Apakah kita memaknai setiap kegagalan dan cobaan hidup adalah bentuk ketidak adilan Tuhan atau malah kita menganggap dengan adanya kedua hal tersebut malahan adalah suatu bentuk kasih sayang dari Tuhan.

Karena salah satu hal yang saya pahami dan yakini adalah Tuhan pasti selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya dan setiap cobaan dan masalah yang diberikan-Nya pasti sudah terukur dengan kadar kemampuan kita. Apa yang baik menurut kita belum tentu baik menurut pandangan-Nya dan sebaliknya apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk juga dalam pandangan-Nya. Karena pengetahuan kita sangat sedikit sedangkan Ia Maha Mengetahui.

Akan ada rahasia besar yang kita akan dapatkan ketika kita mau mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap apa yang terjadi baik itu kegagalan maupun keberhasilan. Alangkah bahagianya jika kita mau dan bersedia untuk menghadapi setiap kegagalan dan cobaan hidup dengan senyuman. Senyuman tanda ikhlas, senyuman tanda tawakkal dan senyuman sebagai simbol rasa optimis bahwa kita bisa keluar dari kesulitan ini dan bisa menjadi lebih baik dan yang terbaik di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: